Fisinews

Unfolding The Truth

LOMBA BERBALAS PANTUN TINGKAT NASIONAL 2021 | BERSAMA BUMN DAN BALAI PUSTAKA

Sumber : www.smpn1kelapa.sch.id

Fisinews.com – UNESCO Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda, Nominasi Pantun yang diajukan secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang diakui oleh UNESCO, setelah sebelumnya Pencak Silat diinskripsi sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tanggal 12 Desember 2019. Pantun adalah, salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di Nusantara. Kata “Pantun” berasal dari kata patuntun dalam Bahasa Minangkabau yang memiliki arti “penuntun”. Pantun memiliki nama lain dalam bahasa-bahasa daerah, dalam bahasa Jawa, pantun dikenal dengan parikan dalam bahasa Sunda pantun disebut paparikan dan dalam bahasa Batak, pantun dikenal dengan sebutan umpasa. Lazimnya, pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), tiap larik terdiri atas 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b ataupun a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a). Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan, tapi sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak memberi nama penggubahnya (anonim). Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan.

Indonesia memiliki kekayaan seni verbal yang sangat beranekaragam. Sebuah tradisi yang umumnya tidak tertulis berupa ucapan yang ekspresif, dan sering kali memiliki isi jenaka yang disebut “pantun” adalah seni tradisi yang dapat dijumpai secara umum di sebagian besar daerah Melayu di seluruh kepulauan Indonesia. Beberapa pertunjukan “pantun” bersifat narasi; Misalnya, tradisi “kentrung” di Jawa Tengah dan Jawa Timur, menggunakan struktur “pantun” untuk menceritakan kisah-kisah sejarah keagamaan atau sejarah lokal dengan iringan genderang.

Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti “randai” dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampur antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Kedekatan nilai sosial dan pantun bahkan bermula dari filosofi pantun itu sendiri. Adat berpantun, pantang melantun adalah filosofi yang melekat pada pantun. Peribahasa tersebut mengisyaratkan bahwa pantun lekat dengan nilai-nilai sosial dan bukan semata imajinasi. Semangat hakikat pantun menjadi penuntun pada pantun. Penjelasan tersebut meneguhkan fungsi pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai masyarakat.

Sementara itu, dalam kebudayaan Minangkabau, pantun digunakan dalam berbagai acara adat. Misalnya dalam acara manjapuik marapulai (menjemput mempelai pria), batagak gala (upacara penobatan gelar), batagak penghulu (upacara penobatan penghulu), atau dalam pidato upacara adat lainnya.

PT Balai Pustaka (Persero) yang didukung oleh Kementerian BUMN tengah menyelenggarakan Lomba Berbalas Pantun 2021. Lomba ini akan memperebutkan Piala Menteri BUMN beserta hadiah dengan total 200 juta. “Lomba pantun akan dibagi menjadi dua kelompok, pertama antar milenial dan BUMN. Kedua, antar komunitas se Indonesia, seperti sekolah, kampus, Pemda, kelompok seni, dan lainnya,” tulis Kementerian BUMN pada Instagram resmi @kementerianbumn.

Sebagai Informasi, kini UNESCO telah mengukuhkan pantun sebagai Warisan Dunia Tak Benda pada tanggal 17 Desember 2020. Dengan diadakannya lomba pantun ini sama dengan melestarikan budaya dunia. Adapun persyaratan untuk mengikuti lomba ini berupa, membuat video berbalas pantun terdiri dari dua wanita dan dua pria, dengan durasi maksimal lima menit, lalu diiringi musik tradisional maupun modern dengan jumlah personil musik bebas.

Untuk tema pantun meliputi, Cinta Tanah Air, Cinta Pancasila, Pesona Indonesia, Pendidikan, Motivasi atau Semangat,Lingkungan Hidup, Nasihat, Melawan Corona, Kebangsaan, serta Pergaulan. Dari beberapa tema tersebut peserta boleh mengkombinasikannya. “Setiap BUMN dan Komunitas boleh mengirimkan lebih dari satu tim, semakin banyak peserta akan semakin bagus demi memasyarakatkan pantun se-Indonesia,” tulis Instagram resmi BUMN.

Selain juara satu, dua, dan tiga akan dipilih pemenang lomba pantun kategori tim terfavorit pemirsa di channel Youtube Balai Pustaka TV dan Instagram Balai Pustaka yang memperoleh jumlah like terbanyak. Adapun, dewan juri yang akan menilai adalah Budayawan Melayu Syam C. Haesy, Penyanyi dan Pegiat Seni Dewi Yuli, serta Pemecah Rekor MURI Rendra Setyadiharja. Untuk tata cara mendaftar lomba ini, dapat mendaftar melalui email pantun.bumn@gmail.com untuk kelompok milenial BUMN, pantun.nasional@gmail.com untuk kelompok komunitas atau umum.

Pendaftaran dilakukan mulai dari 8 Maret hingga 8 April 2021. Pengiriman video mulai dari 15 Maret hingga 30 April 2021. Untuk pembagian hadiah dilakukan pada hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2021.

(Adiel Briliant/Agnes Devira)

%d blogger menyukai ini: