UPAYA PENERTIBAN PENGGUNAAN KNALPOT BRONG DI SELURUH WILAYAH INDONESIA

Fisinews.com – Saat ini di beberapa wilayah Indonesia tengah maraknya penggunakan knalpot after market atau knalpot brong. Hal ini dipicu banyak hal biasanya cuman karena ingin terlihat keren ataupun gaya-gayaan yang sering dilihat di youtube. Penyebab lainnya ada di produsen pembuat knalpot after masrket semakin banyak, malah semakin bersaing antara satu bengkel knalpot dengan bengkel lainnya.

           Padahal menggunakan knalpot yang tidak semestinya bisa menyebabkan kita mendapati sanksi hukum sawt berkendara karena membuat suara bising dan tidak dalam suara normal. Aturan ini terdapat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas pasal 285 ayat (1) juncto Pasal 106 ayat (3). ” Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana disebut dalam pasal 106 ayat (3) juncto pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,” bunyi pasal 285 ayat 1.”

             Adapula sajki yang akan kita dapati ketika melanggar aturan tersebut yang ditulis dalam pasal 285 ayat (1), yakni kurungan paling lama satu bulannatau denda paling hanyak Rp.250.000. Maka dari itu marilah semua sahabat otomotif pakailah accesoris motor yang SNI dan pastinya tidak merugikan orang lain. Gantilah knalpot brongmu dengan yang standar saja akan banyak keuntungan yang di dapat dari pada menggunakan knalpot after market tersebut.

Reporter : Muhammad Adhi

Redaktur : Muhammad Arif Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.