Uji Coba PTM Tahap 2 Di Wonogiri

Fisinews. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Suratno, mengonfirmasi ada tambahan empat sekolah jenjang SMA sederajat yang diusulkan menggelar uji coba PTM tahap II.

Semuanya disetujui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Selain itu juga sudah mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19 Wonogiri.

Empat sekolah tambahan yang disetujui menggelar uji coba PTM kedua yakni SMAN 3 Wonogiri, SMAN 1 Wuryantoro, SMKN 1 Pracimantoro, SMKN 1 Jatiroto.

Jumlah peserta atau siswa yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap kedua di Wonogiri tidak dibatasi seperti pelaksanaan uji coba tahap pertama. Namun protokol kesehatan harus diterapkan dengan disiplin.

Kepala Bidang Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Gino, mengatakan selain jumlah sekolah diperluas, jumlah siswa pada uji coba PTM kedua ditambah. Namun dalam ketentuannya tidak ada batas maksimal siswa yang mengikuti PTM.

“Kalau uji coba pertama itu kan maksimal siswa yang ikut PTM 110 orang. Pada uji coba kedua ini tidak ada batas maksimalnya. Sekolah bisa menentukan dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa (27/4/2021).

Dengan tidak adanya batas maksimal perserta uji coba, menurut Gino, jumlah peserta yang mengikuti uji coba PTM di setiap sekolah berbeda beda. Karena ada dua indikator yang harus terpenuhi yakni keseluruhan jumlah siswa di setiap sekolah itu dan ada berapa anak yang memenuhi kriteria mengikuti uji coba PTM.

Kriteria yang mengikuti itu seperti harus mendapat izin dari orang tua, tidak sedang sakit. Lalu tidak ada anggota yang terpapar Covid-19, harus ada yang antar-jemput ke sekolah dan lain-lain,” ungkap dia.

Gino menuturkan, sudah perubahan perilaku siswa di sekolah pada uji coba PTM tahap kedua bagi sekolah yang sudah menggelar PTM pertama. Jika awalanya harus diarahkan dalam mencuci tangan, menjaga jarak dan lainnya, kini anak-anak sudah paham dengan penerapan protokol kesehatan.

“Memang tujuan dari uji coba ini kan mendidik anak untuk membudayakan pola hidup baru selama kegiatan belajar-mengajar. Sehingga diharapkan semua anak dan guru bisa menerapakan itu dengan baik dan benar,” kata Gino.

SMAN 3 Wonogiri untuk pertama kalinya menggelar uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM, Senin (26/4/2021). Namun, para siswa belum mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pertama itu.

Siswa masuk hanya melakukan tes cepat antigen dan baru akan mulai kegiatan belajar-mengajar di kelas pada Selasa (27/4/2021). Sebagai informasi, SMAN 3 menjadi salah satu sekolah tambahan yang ditunjuk menggelar uji coba PTM tahap kedua.

Pada uji coba PTM tahap I sebelumnya, SMAN ini belum menggelar uji coba. Uji coba tahap kedua akan berlangsung selama dua minggu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 3 Wonogiri, Amiko Quinami, mengatakan pada hari pertama uji coba PTM seluruh peserta menjalani rapid tes antigen.

Selain itu para siswa mendapatkan edukasi dan sosialisasi tentang protokol kesehatan selama uji coba berlangsung. “Rapid tes antigen ini kan diketahui [hasilnya] siang nanti. Hasilnya akan kami beritahukan kepada peserta uji coba melalui telepon. Jadi ini tadi hanya tes antigen dan sedikit pengarahan, kemudian siswa pulang,” katanya di  sekolah tersebut, Senin (26/4/2021).

Amiko menuturkan dalam satu hari 47 siswa SMAN 3 Wonogiri yang mengikuti uji coba PTM dibagi menjadi delapan kelas. Perinciannya, satu kelas jurusan bahasa, tiga kelas jurusan IPS, dan empat kelas jurusan IPA. Dalam satu hari hanya ada satu sif, mulai pukul 07.30 WIB hingga 09.30 WIB.

Sebenarnya, menurutnya, jumlah keseluruhan siswa kelas XI ada 219 orang. Namun yang bersedia dan mendapat izin orang tua mengikuti PTM hanya 50 orang. Sementara itu jumlah siswa kelas X sebanyak 360 orang namun yang bersedia mengikuti uji coba PTM sebanyak 119 orang.

“Dalam satu hari uji coba berlangsung selama dua jam, di dalamnya ada empat jam mata pelajaran. Setiap satu jam mata pelajaran berlangsung 30 menit. Itu kami perketat betul protokol kesehatannya. Buku yang di perpustakaan kami ambilkan. Lebih baik kami melayani siswa, sehingga mereka tidak pergi ke mana-mana,” katanya.

Ia mengatakan pada Jumat (23/4/2021), seluruh guru SMAN 3 Wonogiri telah menjalani tes cepat antigen sebagai persiapan uji coba PTM. Hasilnya semua negatif. Selain itu juga dilakukan vaksinasi.

“Diharapkan uji coba PTM ini tidak hanya untuk SMAN 3 . Tapi bisa memberi contoh kepada sekolah lain. Tidak hanya terfokus pada akademik tapi harus memberi pengetahuan tentang protokol kesehatan kepada siswa. Sehingga mereka bisa menceritakan bagaimana PTM di tengah pandemi kepada teman lainnya,” kata Amiko.

(Salsabilla Riska/Okta Melianto)