TRADISI GREBEG MAULUD SURAKARTA DI MASA PANDEMI

TRADISI GREBEG MAULUD SURAKARTA DI MASA PANDEMI

Fisinews.com,Grebeg Maulud merupakan salah satu tradisi turun temurun perayaan keagamaan bagi umat Islam khususnya di Surakarta dan Yogyakarta. Grebeg maulud ini merupakan upacara memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni pada tanggal 12 Rabiul awal. Acara ini juga menjadi salah satu destinasi wisata kota Surakarta yang mengundang cukup antusiasme dari warga Surakarta dan sekitarnya di setiap tahun.

Acara GrebegMaulud juga merupakan malam puncak tradisi Sekaten yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta. Terdapat kirab dua pasang gunungan hasil bumi sebagai simbol sedekah dari raja.Gunungan berisikan kacang-kacangan, nasi, umbi-umbian, buah-buahan dan masih banyak lagi. Kirab dua gunungan bermula dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung untuk dilakukan doa bersama dan kemudian dua gunungan hasil bumi dipersilahkan untuk diperebutkanwarga yang hadir di halaman masjid.

Namun sayangnya, pada tahun 2020 acara Grebeg Maulud ditiadakan sebagai imbas dari pandemi Covid-19 dan hanya acara adat yang tetap dilaksanakan secara intern. Misalnya seperti ritual Jamasan Pusaka dan Wilujengan. Sedangkan tradisi menabuh gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu, dan Kyai Guntur Sari selama tujuh hari selama sekaten Keraton Surakarta tidak dilaksanakan.

Informasi mengenai Grebeg Maulud 2021 yang diperkirakan jatuh pada tanggal 19 oktober, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. Mengingat pandemi belum dinyatakan hilang.

(Kristiana Kurnia Sari/Monica Windrastuti)