Kata Tito, Pilkada 2020 Ditunda Akibat Covid-19

Kata Tito, Pilkada 2020 Ditunda Akibat Covid-19

Surakarta, FISINEWS.com– Angin segar kembali hadir. Menyapa dalam wajah penuh pengharapan agar wabah Coronavirus (disebut ‘Covid-19’ karena wabah virus ini terjadi pada bulan Desember tahun 2019), boleh berakhir.

Adalah Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah menyetujui penundaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) di tahun 2020. Penundaan ini sebagai akibat dari masih masifnya wabah Coronavirus (Covid-19) yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Semua agenda politik yang sudah terjadwal mundur. Begitu pun dengan agenda Pilkada yang direncanakan bulan September di tahun 2020 ini ditunda pelaksanaannya”, kata Tito, sebagaimana dikutip Kompas.com, Selasa (14/4/2020) pukul 10.00 waktu setempat.

Gayung bersambut dengan sangat apik. Saan Mustopa sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI, mengatakan, komisi II DPR bersama pemerintah yang diwakili Opsi Penundaan Pilkada 2020 di Tengah Wabah Virus Corona.

“DPR meminta pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada Nomor 10 Tahun 2016”, tegas Mustopa.

Dalam rapat Komisi II dengan Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP, lanjut Mustopa, terdapat 4 poin penting yang disepakati bersama.

Pertama, melihat perkembangan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum terkendali dan demi mengedepankan keselamatan masyarakat, Komisi II DPR menyetujui penundaan tahapan Pilkada Serentak 2020 yang belum selesai dan belum dapat dilaksanakan.

Kedua, Pelaksanaan pilkada lanjutan akan dilaksanakan atas persetujuan bersama antara KPU, pemerintah, dan DPR.

Ketiga, Dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, maka Komisi II DPR meminta pemerintah menyiapkan payung hukum baru berupa peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020.

Dan, keempat, dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, Komisi II DPR meminta kepala daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 merealokasi dana Pilkada Serentak 2020 yang belum terpakai untuk penaganan pandemi Covid-19.

Untuk diketahui bersama. Berdasarkan data yang masuk hingga Senin (13/4/2020) pukul 12.00 WIB, diketahui secara total ada 4.557 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Dengan demikian, ada penambahan 316 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Senin sore.

“Kasus konfirmasi positif sebanyak 316 orang. Totalnya 4.557 orang”, kata Achmad Yurianto.

Reporter : Rini Wijayanti.